Sabtu, 25 Februari 2017

Terbangkan Jet tempur F-16, Letkol Ini Rela Terbakar Demi Hindari Permukiman Warga, Ternyata Dia Adalah...

Jet tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara (AU) meledak dan terbakar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. ‎Kendati demikian, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna memberi apresiasi terhadap sang Pilot, Letkol Penerbang Firman Dwi Cahyono‎. 

Agus mengatakan, saat melihat ada masalah dalam mesin pesawat, Firman langsung mengarahkannya ke wilayah yang jauh dari pemukiman. 

"Penerbang dengan kecepatan untuk pit off, tapi belum lepas landas. Dia memutuskan untuk aborted take off. Karena pengereman tidak maksimum, daripada dia lewat (batas) runway, sementara kita tahu kalau sudah lewat runway di situ banyak perumahan, maka dia mengambil action dengan memutar pesawat," ujar Agus di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (16/4/2015). 

Manuver Firman yang 'banting setir' pesawatnya itu berimbas pada munculnya percikan api yang timbul dari gesekan roda dan aspal pembatas, terlebih tengki pesawat masih terisi penuh bahan bakar.

"Tapi karena pesawat masih full bahan bakar, terjadi percikan api di engine, juga terjadi kebakaran," kata dia. 

Keputusan Firman itu diapresiasi Agus. Upaya tersebut merupakan langkah tepat saat situasi darurat untuk meminimalisir jumlah korban atas insiden tersebut. 

"Saya menghargai pilot dengan action yang diambilnya itu. Tapi penerbang itu sendiri cepat keluar dari pesawat dan mengalami luka bakar di tangan dan sedikit di punduk," beber Agus. 

Terkait dengan kondisi Firman, ia bersyukur setelah dilakukan pengobatan di Rumah sakit dinyatakan selamat dan berangsur membaik. "Tadi saya lihat sendiri di rumah sakit, Alhamdulillah penanganan dokter yang cepat, pilot tersebut sehat," pungkas Agus.
F-16 hasil hibah Amerika Serikat yang diterima pemerintah Indonesia pada September 2014 itu meledak di Lanud Halim Perdanakusuma pada pukul 08.20 WIB. Pesawat meledak saat akan melakukan lepas landas di runway 6 Lanud Halim PK.

"Pesawat sedang persiapan take off, lalu setelah sampai di ujung landasan, pesawat tiba-tiba meledak dan terbakar," kata Hadi saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta.

Hadi mengatakan, akibat insiden itu, pesawat mengalami kerusakan parah. F-16 dengan tail number TS-1643 yang diterbangkan Letkol Pnb Firman mengalami roda kiri copot dan seluruh bagian mesin terbakar. (Mut)

Sumber http://news.liputan6.com/read/2214924/letkol-firman-pilih-f-16-terbakar-demi-hindari-permukiman-warga

Pertama di Indonesia, Prajurit TNI dengan tangan Robot. Ada Cerita Mengharukan Dibalik Itu...

Serka Marinir Siswadi kehilangan kedua tanganya karena terkena ledakan granat. Saat itu, beliau yang sedang melatih 90 siswa latihan tempur melemparkan beberapa granat. Namun dari beberapa granat yang dilempar, ada tiga granat yang tidak meledak. Selepas latihan, Serka (Marinir) Siswandi kemudian melakukan pembersihan terhadap tiga granat itu.

Granat yang tidak meledak itu, ia tandai dan ia tunggu hingga 3 jam untuk penanganan. Hal yang mengerikan terjadi saat ia mengamankan granat tersebut. Tiba-tiba saja granat meledak yang menyebabkan kedua telapak tanganya hancur dan terpaksa harus diamputasi.
Teknologi tangan bionik ini merupakan teknologi hasil riset perusahaan Amerika dan Inggris. Tangan bionik ini mampu bergerak layaknya tangan sesungguhnya. Dengan tangan ini, orang yang kehilangan tanganya seperti Serka (Marinir) Siswandi kini mampu beraktivitas kembali menggunakan tangannya. Berbagai gerakan seperti menulis, bersalaman, mengambil makan ataupun minum bisa dilakukan dengan tangan bionik ini.
Pada Serka (Marinir) Siswandi, tangan bionik ini diaplikasikan dengan menempelkanya pada tanganya yang terputus. sensor yang ada di dalamnya merupakan alat yang digunakan untuk menggerakan tangan bionik Serka (Marinir) Siswandi. Melalui kontrol dari otak tangan bionic ini bisa bergerak sesuai perintah yang diberikan oleh otak.
Serka (Marinir) Siswandi beruntung bisa menjadi orang pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi tangan bionik. Kini Serka (Marinir) Siswandi bisa kembali tersenyum bahagia karena bisa kembali beraktivitas dengan tangan bionicnya.

Tangan bionik ini harganya sekitar Rp 600 juta. Namun untuk sementara teknologi tangan bionik ini baru bisa diaplikasikan untuk mereka yang mengalami kecelakaan. Sedangkan untuk mereka yang mengalami cacat bawaan, tangan bionic ini belum bisa diaplikasikan.
“Meski dengan tangan robotic, saya ingin tetap mengabdikan diri sebagai seorang prajurit yang akan selalu siap dalam menjalankan tugas dengan baik,” ucap Siswandi.
Pria asli Bojonegoro itu juga berterima kasih kepada pihak RSAL karena membantu tangan bionik. Dengan tangan bionik itu, dirinya bisa melakukan kegiatan sehari-hari, seperti bantu bersih-bersih rumah, budi daya burung, makan dan minum ambil sendiri.
Sumber http://roda2blog.com/2015/06/04/serka-marinir-siswadi-prajurit-tni-dengan-tangan-robot-pertama-di-indonesia/

Miris..!! Masih Ingat Dengan Lovebird Kusumo Yang Legendaris ?? Ini Harga Taksiran Per Februari-Maret 2017

Berapakah harga dari lovebird kusumo? Hingga saat ini memang tidak ada angka pasti untuk harga lovebird kusumo ini, dikarenakan mas Sigit selaku pemiliknya sendiri sampai saat ini belum berniat untuk menjual lovebird kusumo ini, jadi bagaimana kita bisa mengetahui harganya kalau begitu.
Tenang saja walaupun tidak dijual, tetapi setidaknya kita tetap bisa mengetahui kisaran harganya melalu beberapa penawaran orang yang tertarik dan pernah untuk mencoba membeli lovebird kusumo ini. Dalam acara lomba kicau yang digelar dalam rangka hari jadi jawa tengah pernah seseorang menawar lovebird milik penghobi dari klaten ini.

Lovebird Kusumo di Tawar

Burung lovebird Kusumo adalah burung termahal yang pernah di tawar orang. Gak cuma nominal ratusan juta saja namun burung ini di tawar dengan harga Rp. 1.600.000.000,-. Semua orang pasti terheran-heran dengan harga yang cukup untuk membeli satu buah mobil sport ini. Maklum saja burung ini di hargai dengan harga segitu mahalnya karena burung ini mampu menghasilkan Rp 50.000.000 per minggu jika diikut sertakan lomba. Itu di hitung jika Kusumo ikut kontes sebanyak 8 kali main dan menang terus.
“Kusumo ini setiap lomba selalu menang, tadi ada yang menawar Rp. 1,6 M tapi tidak saya kasih”
Begitulah kurang lebih info yang saya dapat, bayangkan saja dengan harga Rp. 1,6 M saja tidak dilepas kebayang kan berapa harga burung fenomena yang satu ini.
Bahkan karena saking fenomenalnya lovebird kusumo ini ketika mendaftar lomba tidak sedikit peserta yang langsung mengundurkan diri dari pertandingan, karena burung yang sudah dikenal memiliki kicauan dahsyat ini memang setiap minggunya hampir pasti bisa memenangkan perlombaan. Itulah kenapa harganya sangat mahal.
Miris sekali ya bagi yang tidak punya cukup uang dan ingin memiliki lovebird legendaris ini?!

Jumat, 24 Februari 2017

Ikut Wamil, Menteri Tjahjo: Alumni IPDN Bisa Jadi Danramil

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mewajibkan seluruh praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengikuti pelatihan bela negara dan wajib militer.
Menurut Tjahjo, bela negara dan wajib militer sudah merupakan kebutuhan yang harus segera dilaksanakan di Indonesia. "Kalau negara membutuhkan, ada ancaman dari luar, (IPDN) sudah siap," ujar Tjahjo di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Kamis (1/11).
Mantan anggota Komisi I DPR tersebut menambahkan, setelah IPDN mengikuti wajib militer selama 8 bulan, maka para siswa IPDN tersebut bisa mengisi posisi di Komando Rayon Militer (Koramil). Apabila tenaganya dibutuhkan.
"Kalau posisi komandan koramil kosong, IPDN bisa masuk. Setidaknya dia bisa pegang senjata," katanya.
Sekadar informasi, wajib militer atau sering kali disingkat sebagai wamil. Artintya kewajiban bagi seorang warga negara berusia muda antara 18-27 tahun untuk mengikuti pendidikan militer guna meningkatkan ketangguhan dan kedisiplinan seorang. (cr2/JPG)
Sumber http://www.jawapos.com/read/2017/01/12/101753/ikut-wamil-menteri-tjahjo-alumni-ipdn-bisa-jadi-danramil

Penyebaran Pangkalan TNI, Komando Armada di Papua. Jenderal Gatot "Yang bisa tahun ini ya tahun ini dilakukan, segera mungkin"

TNI bertekad mendukung pemerintah dalam pembangunan nasional yang dimulai dari pinggiran dan tidak tersentralisasi. Komando Armada III TNI AL pun akan segera dibentuk.

Hal tersebut menjadi salah satu poin hasil Rapat Pimpinan (Rapim) TNI yang digelar selama empat hari. Presiden Joko Widodo meminta TNI mengantisipasi perubahan-perubahan global, termasuk persiapan dari dampaknya.

"Antara lain segera mengadakan penyesuaian penyebaran pasukan-pasukan dan pangkalan-pangkalan yang tidak tersentral di Jawa dan segera melaporkan kesiapan tersebut," ungkap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seusai Rapim TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2017) malam. 

Untuk itu, Gatot pun memerintahkan jajarannya segera menggelar rapim di masing-masing matra. "Segera lakukan rapim tingkat angkatan, baik AD, AL, dan AU. Segera lakukan percepatan untuk pembangunan, kontrak-kontrak sehingga membantu perputaran ekonomi," ucapnya.

"Dan yang penting adalah penyebaran dari pangkalan-pangkalan difokuskan pada tempat-tempat terpinggir agar bisa membuat sentra-sentra ekonomi baru," tambah Gatot.

Saat ditanya mengenai penyebaran pangkalan-pangkalan, Panglima TNI mengatakan ke depan pembangunan difokuskan pada pembentukan komando armada (TNI AL). Sedangkan pembentukan kodam-kodam (TNI AD) dan Komando Operasi (TNI AU) belum akan dilakukan dulu.

"Pembentukan kodam-kodam baru, kemudian koops baru tidak. Tapi (Komando) Armada baru. (Pembentukan) Armada III harus dilakukan," jelas jenderal bintang empat itu.

Saat ini TNI AL memiliki 2 Komando Armada, yaitu Komando Armada Barat (Koarmabar), yang berada di Jakarta dan Komando Armada Timur (Koarmatim). Pembentukan Komando Armada baru akan membantu pemerataan pembangunan dan ekonomi sesuai dengan harapan Jokowi, termasuk untuk menunjang program tol laut.

"Karena kita tahu kita (selama ini) hanya berorientasi pada Armada Timur saja. Maka perlu ada armada satu lagi, tempatnya di sekitar Papua," kata Gatot.

Pembentukan Komando Armada baru ini sebetulnya bukan rencana baru. Penambahan Komando Armada TNI AL itu sejalan dengan rencana pembentukan Kogabwilhan (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan). Ini juga sudah masuk dalam rencana strategis (renstra) TNI untuk memenuhi minimum essential force (MEF).

Lalu kapan Komando Armada baru ini dibentuk? "Jadi semua pembentukan rencana ini harus dilaporkan kepada Presiden. Kemudian dianalisis dan diputuskan bersama-sama, baru dilangsungkan," jawab Panglima TNI belum bisa memastikan.

Meski begitu, Gatot yakin pembentukan Komando Armada di Papua akan segera terealisasi. Untuk mendukung ini, sejumlah Lanal di wilayah timur telah dinaikkan menjadi Lantamal.

"Yang bisa tahun ini ya tahun ini dilakukan, segera mungkin," tegas Gatot.

Sebelumnya sempat diberitakan, TNI AL direncanakan akan memiliki tiga Komando Armada dari yang sebelumnya hanya dua, plus satu komando pusat. Koarmatim yang berada di Surabaya disebut akan menjadi Komando Armada RI.

Sementara itu, rencananya Komando Armada Barat tetap berada di Jakarta, Komando Armada Tengah di Makassar, dan Armada Timur di Papua. Penambahan Komando Armada salah satunya juga terkait dengan pengamanan Laut Cina Selatan. (dnu/dnu)

Sumber https://news.detik.com/berita/3400769/penyebaran-pangkalan-tni-komando-armada-di-papua-segera-dibentuk